Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Minggu, 14 Desember 2008

10. Defisit pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai situasi, prognosis, dan kebutuhan pengobatan

Dapat dihubungkan dengan:

  • Kurangnya pemberian/salah interpretasi terhadap informasi.
  • Tidak tahu sumber informasi.
  • Kurangya mengingat

Kemungkinan ditandai oleh:

  • Mengungkapkan masalah; pernyataan yang salah konsep.
  • Tindakan mengikuti instruksi tidak akurat.
  • Perilaku tidak sesuai atau perburukan perilaku (mis.histeris, bermusuhan, agitasi, apatis)

Kriteria Hasil

  • Berpartisipasi dalam proses belajar.
  • Memikul tanggung jawab pembelajarannya sendiri dan mulai melihat informasi/bertanya.
  • Mengidentifikasi situasi stres dan tindakan secara spesifik untuk menghadapinya.
  • Memulai perubahan gaya hidup yang penting dan berpartisipasi dalam program pengobatan.

INTERVENSI

RASIONAL

Mandiri

  • Beri informasi tentang reaksi yang diharapkan klien, dan biarkan klien mengethaui hal tersebut ialah reaksi yang umum terjadi. Ungkapkan dalam istilah netral (mis. ”[....kosong] dapat atau mungkin tidak terjadi”).


  • Bantu klien untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin menciptakan situasi rentan dan bahwa ia memiliki kekuatan untuk berubah melindungi diri di masa depan. Hindari membuat penilaian yang menghakimi.




  • Diskusikan perubahan sikap hidup karena klien suka merenung dan bagaimaan perubahan tersebut akan berperan terhadap penyembuhan.

  • Bantu klien untuk belajar teknik manajemen stres.

  • Diskusikan pengenalan dan cara untuk menangani ”reaksi anniversary,” yang membuat klien mengetahui pemikiran yang normal dan perasaan pada saat ini.
  • Identifikasi sumber daya komunitas yang ada (mis. Kelompok pendukung untuk klien/keluarga, pelayanan sosial atau pensiunan, konseling pekerjaan/pendidikan).

  • Mengetahui apa yang diharapkan dapat menurunkan ansietas dan membantu klien dalam mempelajari perilaku yang baru untuk menangani perasaan/situasi yang penuh stres. Memperoleh informasi tentang umumnya pengalaman tersebut membantu individu mengurangi perasaan sendiri/asing, membantu dalam penerimaan perasaan ini.
  • Memisahkan masalah tentang mudahnya merasa bersalah. Faktor yang dapat menimbulkan kesempatan terjadinya akibat yang tragis seperti sikap tubuh, kecerobohan, dan tidak menaruh perhatian terhadap petunjuk yang negatif, mungkin dapat dihindari/diminimalkan. Akan tetapi, setiap kesimpulan yang menunjuk klien bertangggung jawab terhadap insiden tersebut, bukan tindakan terapeutik.
  • Klien perlu mampu melihat perubahan ini, apa yang akan terjadi, dan menentukan apakah perubahan tersebut realistik/perlu.

  • Relaksasi adalah keterampilan koping untuk menghadapi stres terhadap ketakutan yang berulang/perburukan respon stres.
  • Merencanakan ke depan dan mengetahui beberapa keterampilan penanganan masalah saat ini dapat membantu menghindari regresi berat.
  • Sumber-sumber ini mungkin bermanfaat bagi klien/orang terdekat dalam membentuk hidup yang memuaskan dan produktif.

Tidak ada komentar: