Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 15 Desember 2008

Gangguan pola tidur

Dapat dihubungkan dengan

Stress psikologis (ansietas,depresi dengan mimpi disruptif berulang)

Kemungkinan ditandai oleh

Keluhan adanya kesulitan untuk tertidur/tidak merasa beristirahat dengan baik.

Insomnia yang menyebabkan cepat terbangun

Laporan adanya gangguan tidur (mis. Mimpi buruk, mimpi kematian dirinya, mimpi terkait bencana, kilas balik, bayangan intrusif/trauma, takut mengalami kembali peristiwa tersebut

Hipersomnia (sebagai cara menghindari perilaku, peristiwa atau situasi yang membangkitkan ingatan)

Kriteria Hasil

Mengungkapkan pemahaman gangguan/masalah tidur

Mengidentifikasi perilakuuntuk meningkatkan tidur

Tidur adekuat/sesuai dengan kebutuhan jumlah jam tidur individu

Melaporkan peningkatan perasaan dan merasa cukup istirahat

INTERVENSI

RASIONAL

Mandiri

Kaji gangguan pola tidur dengan observasi dan laporkan klien dan/atau orang terdekat.

Identifikasi penyebab dan faktor yang berperan (mis. Pikiran intrusif/repetitif, mimpi buruk, tingkat ansietas berat). Perhatikan adanya penggunaan kafein dan/atau alkohol, obat-obat lain.

Sediakan lingkungan yang tenang: atur agar klien dapat tidur sebanyak mungkin tanpa gangguan.

Anjurkan klien untuk mengembangkan perilaku rutin jika terdapat insomnia (mis. Tidak tidur siang setelah tengah hari, mandi air hangat/minum susu hangat sebelum tidur, merilekskan pikiran, turun dari tempat tidur 10 menit setelah bangun jika tidak mampu untuk tidur lagi, batasi tidur sampai 7 jam setiap malam).

Kolaborasi

Beri obat sedatif hipnotik atau antiansietas sesuai indikasi. (Rujuk pada DK: ansietas [berat sampai panik]/takut.)


Informasi subjektif dan objektif merupakan pengkajian masalah individu dan mengarahkan intervensi.

Faktor-faktor ini mengganggu baik kemampuan untuk tertidur dan siklus tidur REM, memengaruhi kualitas tidur.



Bantu dalam membentuk tidur/istirahat optimal yang rutin.


Ritual membantu menurunkan ansietas dan takut menghadapi tidak dapat tidur semalaman. Catatan: L-triptofan dalam susu dipercaya dapat memicu tidur.







Mungkin memerlukan terapi obat jangka pendek untuk menurunkan rasa kelelahan yang sangat/ketakutan dan meningkatkan relaksasi untuk meningkatkan tidur. (obat-obat ini harus digunakan secara terpisah untuk menghindari ketergantungan dan adiksi.)

Tidak ada komentar: